by

Benyamin Davnie Akhirnya Pilih Jalur Hukum Kasus Intimidasi Terhadap Ketua Regu APK Paslon 3

Perdananews.com, Tangsel – Tim kuasa hukum pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan resmi melaporkan aksi intimidasi yang dialami seorang ketua regu pemasangan apk dari tim suksesnya.

Seperti diketahui, saat sedang memasang alat peraga kampanye di kawasan Jalan Dr Setiabudi, Pamulang Barat, Pamulang, anggota timses Ben-Pilar, Muhamad Yusuf, ditabrak seseorang hingga cedera, Pada Jumat, 30 Oktober 2020.

Yusuf dilarikan ke RSU Kota Tangsel oleh para kerabat dan keluarganya usai tertabrak motor.

Saat itu Yusuf sedang memasang alat peraga kampanye (APK) milik paslon nomor urut 3 Pilkada 2020 Tangsel itu.

Kuasa hukum Tim Pemenangan Ben-Pilar, Imam Fachrudin, mengatakan laporan itu resmi dilayangkan pihaknya kepada Polres Kota Tangsel.

Menurutnya, aksi yang dialami seorang timses itu telah memiliki unsur pidana sesuai dengan Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan.

“Itu kan bentuk intimidasi ya. Intimidasi kan dalam Pilkada itu, menurut saya, buruk itu,” katanya, Senin, 02 November 2020.

Usai laporan tersebut diterima, kata Imam, pihak kepolisian bakal melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurutnya, dalam proses penyelidikan itu pihaknya bakal menyertakan sejumlah saksi di lapangan maupun bukti terkait aksi intimidasi tersebut.

“Nanti akan ada saksi-saksinya. Mungkin beberapa termasuk (petugas lain-red) yang ada ditempat kejadian itu. Karena kita akan melakukan olah TKP juga,” pungkasnya.

Ketua Tim Pemenangan Ben-Pilar, Mochamad Ramlie, mengatakan insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang dialami anggotanya itu bermula dari adanya intimidasi yang dialami oleh korban saat memasang APK.

Sebab saat pemasangan APK itu berlangsung, melintas seorang pengendara motor yang berteriak memaki dengan bahasa hinaan sembari mengarahkan kendaraannya berniat menabrak korban bersama ketujuh rekannya itu.

Nahas, korban yang menghindar dari percobaan penabrakan itu justru tertabrak oleh pengendara motor lainnya, hingga terjatuh dan mengalami luka patah tulang di bagian pinggul dan paha kaki sebelah kiri.

“Kita dari jam 8 pagi mulai pemasangan banner, kan kita sengaja pasangnya pada siang hari artinya kita bagaimana menciptakan demokrasi ini memberikan keyakinan bahwa kepada masyarakat yang seperti itu,” kata pria yang akrab disebut Haji Abi itu.

“Jadi saya sangat menyayangkan bahwa tatkala sedang dilakukan pemasangan di Jalan Dr. Setiabudi, Pamulang Barat depan Saung Merdesa, tim kita diteriaki orang dengan mengendari motor katanya berjaket warna cokelat dengan bilang ‘Lu sialan masang banner siang hari’. Begitu mau nabrak tapi si yang mau ditabrak ini akhirnya menghindar tidak kena tetabrak. Tapi orang lain yang akhirnya menabrak gitu,” paparnya.

Kesaksian yang sama juga dipaparkan Mujitaba (45), adik dari korban laka lantas tersebut.

Muji mengatakan, sebelum insiden kecelakaan itu, sang pengendara yang berniat menabrak kakaknya itu sempat mencaci maki dikarenakan pemasangan banner paslon nomor urut 3, Ben-Pilar.

“Informasi dari kaka saya seperti itu. Kata intimidasi ‘Lu siang-siang masang banner Ben-Pilar, cepat banget,” katanya.

Adapun saat ini kondisi korban masih terbaring lemah di ruang IGD RSU Kota Tangsel guna menjalani perawatan medis secara intensif.

Comment

Kategori Terkait