by

Prediksi Perubahan Bisnis Kuliner Pasca Covid19

Tangsel.perdananews.com – Wabah virus covid19 berdampak ke segala sektor termasuk bisnis Kuliner. Restoran dan kafe termasuk warung makan kaki lima tidak melayani dine-in atau makan langsung untuk mencegah penyebaran virus covid19.

Untuk mengantisipasinya, banyak restoran dan kafe serta warung makan kaki lima yang kini menerapkan konsep pesan antar makanan, take away, drive thru hingga memaksimalkan pemesanan online melalui aplikasi.

Praktisi Kuliner sekaligus Owner rumah makan ayam gepuk mbah martono, Achmad Budi Utomo mengemukakan beberapa cara agar para pelaku bisnis khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) makanan dan minuman dapat bertahan di tengah maupun pasca pandemi.

“Bagaimana kita memasarkan produk ini terjadi perubahan, meng-handling makanan terjadi perubahan, semua harus mengikuti protokol kesehatan,” ujar Budi pada wartawan tangsel.perdananews.com, Jumat 10 Juli 2020.

Diantara perubahan yang perlu diantisipasi dengan adanya perubahan pola kehidupan dan bisnis makanan dan minuman adalah pertama soal shifting in sales channels atau pergeseran saluran penjualan. Menurut Budi, saluran penjualan makanan kini semuanya harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“Saya beberapa kali mencoba order makanan dari warung-warung dan mereka ternyata juga mengikuti protokol, mereka mengikat kemasan atau bungkus makanannya dengan plastik dan mengikatnya dengan cable ties,” ungkapnya.

Hal tersebut mengartikan bahwa beberapa UMKM makanan dan minuman sudah siap untuk menyambut era pasca pandemi yang mengutamakan kebersihan dan kesehatan.

Kedua, shifting the mindset of earning income and spending. Menurut Budi, dalam mencari pendapatan dan pengeluaran pun pelaku bisnis perlu berubah.

Ia mencontohkan bahwa pelaku bisnis perlu mengetahui setiap kelas sosial yang memiliki karakter berbeda, akan dipengaruhi oleh Covid-19. Hal inilah yang akan menimbulkan perubahan dalam gaya hidup setiap konsumen.

“Orang tidak mikir beli yang mewah, mahal, tapi lebih mikir bagaimana kehidupannya dengan membeli makanan yang lebih bergizi dan lain sebagainya,” contohnya.

Ketiga, shifting in the mindset of food safety and resource. Kata dia, orang akan cenderung memperhatikan bagaimana kebersihan makanan dan keamanan dari produk yang akan dibelinya.

“Mereka akan lebih ingin mengetahui dari mana asal makanan, sehat atau tidak, nutrisinya, dan lainnya,” tutur Budi.

Keempat, berkaitan dengan shifting in brand loyalty. Pada perubahan ini, orang cenderung tidak melihat merek atau brand dari produk makanan minuman.

Comment

Kategori Terkait