by

Beda Dengan Yang Lain, Bupati Tangerang Dahulukan Buka Rumah Ibadah Daripada Mall dan Sekolah

Tangsel.perdananews.com – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan pihaknya tengah bersiap menerapkan new normal di tengah pandemi Covid-19, Berbeda dengan wilayah lain, langkah pertama yang dilakukan bupati justru adalah membuka kembali rumah ibadah di Kabupaten Tangerang seperti masjid dan musola.

“Ya, Insya Allah Senin 1 Juni 2020, atau menunggu keputusan Gubernur Banten terkait PSBB,” kata Zaki kepada Tempo, Kamis malam 28 Mei 2020.

Alasan zaki mendahulukan tempat ibadah daripada mall dan sekolah adalah karena dari tempat ibadah masyarakat bisa memulai melaksanakan pola hidup baru dengan beribadah berjamaah, dan itu sesuai visi misi Kabupaten Tangerang religius.

“Dan secara praktek, relatif lebih sederhana di banding dengan sekolah SD dan SMP, apalagi mall dan tempat hiburan lainnya,” lanjut Zaki.

Zaki menjelaskan ada sekitar 1000 masjid dan mushola di Kabupaten Tangerang yang kembali dibuka dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat yaitu, jamaah wajib menggunakan masker dan menerapkan jaga jarak.

Pengelola masjid dan mushola juga wajib menyediakan sabun pencuci tangan di tempat wudhu, termal gun pengukur suhu tubuh juga wajib di sediakan.

Selain itu, Zaki mengatakan, DKM harus membuat tim keamanan masjid masing masing yang berjaga saat sholat jamaah berlangsung. “Seperti masjid-masjid di Saudi Arabia.”

Zaki berharap segera bisa merealisasikan dibukanya kembali rumah ibadah. Untuk kepastian waktunya, menurut Zaki, setelah diskusi dengan Mendagri dan Gubernur Banten pada siang ini Jumat 29 Mei 2020.

“Mudah mudahan Senin 1 Juni 2020 bisa diwujudkan.” terang zaki.

Sedangkan untuk pembukaan kembali sekolah, menurut Zaki, kini masih dalam tahap kajian dengan semua pemangku kepentingan pendidikan. Zaki menyebutkan berdasarkan hasil kajian awal, sekolah adalah salah satu tempat yang rawan untuk penularan virus Corona.

“Hasil kajian masih jadi tempat rawan penyebaran,” kata zaki.

Menurut dia, pembukaan kembali sekolah dalam new normal akan cukup merepotkan karena aktifitas siswa bukan hanya belajar dan waktunya juga panjang dari pukul 7-13 siang.

Untuk itu, kata dia, butuh waktu dan persiapan yang matang (buat penerapan kenormalan baru itu). Apalagi kapasitas kursi kelas harus dipangkas 50 persen, waktu belajar dibagi, kemudian penempatan 1 meja satu siswa juga akan dilakukan, Adapun penutupan mall dan pembatasan kendaraan, menurut Zaki, masih akan diberlakukan sampai menunggun evaluasi tim gugus tugas covid19.

Comment

Kategori Terkait