by

Kompak Dengan Warga Pemuda Muhammadiyah Pondok Cabe Udik Tolak Reddoorz

Tangsel.perdananews.com – Reddoorz yang diketahui sebagai agen hotel online dengan harga murah saat ini marak menjadi primadona sebagian kalangan, mulai dari manfaat yang diberikan bagi para traveller sampai harga murah yang di tawarkan karen di bawah harga hotel pada umumnya.

Namun kerap kali persoalan perizinan menjadi masalah mulai dari lingkungan sampai penyalahgunaan fungsionalnya.

Begitu pun dengan Reddoorz yang didirikan di lokasi jalan pala raya kelurahan pondok cabe udik, bangunan yang berdiri di sebidang tanah ini diketahui untuk sebuah kos-kosan dan kontrakan, hal itu diungkapkan Plt Rukun Warga Bapak Sugeng Samiyono.

” Informasi awal bangunan itu dibuat peruntukannya adalah kos-kosan dan kontrakan, tapi ketika pihak Reddoorz datang bertemu saya dengan membawa surat perizinan ternyata ada point yang menyebutkan kalau Reddoorz itu sebuah penginapan harian yg dapat diakses online, makanya tidak saya tanda tangani karena itu rentan dari hal-hal yang bersifat negatif ” terangnya.

Puncak penolakan terjadi ketika Reddoorz sudah beroperasi, berdasarkan pengamatan masyarakat terdapat aktivitas keluar masuk pasangan muda-mudi serta ditambah izin lingkungan yang masih belum lengkap, maka pemuda muhammadiyah bersama warga pun mengambil inisiatif untuk membuat surat pernyataan bersama mengenai penolakan dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya tanda tangan warga yang menolak.

Tanda tangan penolakan warga

Irfan Nur Afyadi, Ketua Pemuda Muhammadiyah Pondok Cabe Udik berharap permasalahan ini tentunya menjadi sebuah pembelajaran kita bersama untuk terus menggalakan peduli terhadap lingkungan, kita harus benar-benar selektif kedepannya mengingat saat ini banyak oknum pengusaha yang berani menjalankan bisnisnya tanpa memperhatikan nilai-nilai moral dan agama serta culture yang ada di tengah masyarakat saat ini, ungkapnya kepada wartawan tangsel.perdananews.com, minggu (22/03/2020).

Sekjend Pemuda Muhammadiyah Pondok Cabe Udik, Bobby Rivaldi menambahkan bahwa pemuda muhammadiyah bersama dengan warga sebenarnya sudah membangun komunikasi dengan pihak Reddoorz, namun alasan perizinan yang disampaikan kontradiktif dengan realitas yang yang terjadi dalam operasionalnya hal inilah yang kemudian menimbulkan keresahan pemuda muhamadiyah dan di tengah masyarakat, tutupnya.

Comment

Kategori Terkait