by

MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS, Mahfud MD : “Kami Ikuti, Pemerintah Tak Akan Lawan”

Tangsel.perdananews.com – Menko Polhukam, Mahfud MD, menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Ia menyebut putusan MA mengenai uji materi peraturan di bawah UU bersifat final. Sehingga pemerintah tak bisa mengajukan banding.
“Putusan MA kalau judicial review adalah putusan yang final. Enggak ada banding terhadap judicial review. Beda dengan perkara perdata atau pidana masih ada PK (Peninjauan Kembali)” ujar Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (9/3).

Ia menegaskan, pemerintah akan mengikuti putusan MA yang membatalkan Pasal 34 ayat 1 dan 2 Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019. Pasal itu mengatur kenaikan iuran BPJS Kesehatan.
“Kalau judicial review itu sekali putus final dan mengikat. Oleh sebab itu kita ikuti saja. Pemerintah kan enggak boleh melawan putusan pengadilan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, MA mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan Komunitas Pasien Cuci Darah (KPCD) terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan. MA membatalkan Pasal 34 ayat 1 dan 2 Perpres 75 tahun 2019 yang berbunyi:

Ayat (1)
Iuran bagi Peserta PBPU dan Peserta BP yaitu sebesar:
Rp 42.000,00 (empat puluh dua ribu rupiah) per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III;

Rp 110.000,00 (seratus sepuluh ribu rupiah) per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II; atau

Rp 160.000,00 (seratus enam puluh ribu rupiah) per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.

Ayat (2)
Besaran Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2020,

kantor BPJS Kesehatan

Merespons keputusan tersebut, Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, pihaknya belum menerima salinan keputusan MA mengenai judicial review terkait Perpres 75 tahun 2019 itu.
“Sampai saat ini BPJS Kesehatan belum menerima salinan hasil putusan Mahkamah Agung tersebut, sehingga belum dapat memberikan komentar lebih lanjut,” kata Iqbal kepada kumparan, Senin (9/3).

Comment

Kategori Terkait